TAATI ATURAN, JELANG PEMILU RHU NIHIL PELANGGARAN
By : noname Date : Feb 13, 2024 Categorie :

TAATI ATURAN, JELANG PEMILU RHU NIHIL PELANGGARAN

Jelang Pemilu 2024, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggelar pengawasan Rekreasi Hiburan Umum (RHU). Pengawasan RHU yang dilaksanakan pada Selasa (13/2) tersebut diikuti oleh Gartap III Surabaya, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar), Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag), serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol). 

Pengawasan RHU ini dilakukan dibeberapa lokasi guna melakukan pengecekan, terkait imbauan yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 300/2929/436.8.6/2024 tentang Peningkatan Keamanan dan Ketentraman Pada Pemilu Tahun 2024 di Kota Surabaya. Apabila ditemukan pelanggaran terhadap SE tersebut maka akan dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pada pengawasan RHU tersebut, Satpol PP mendatangi delapan lokasi RHU yang dimana pada saat dilokasi saat dilokasi kondisi RHU tersebut tutup. Anang Timur, selaku staff Tim Kerja Penindakan bidang Penegakan Perda mengatakan, seluruh RHU telah menaati imbauan sesuai dengan SE yang diberikan. 

“Malam ini kami melakukan pengawasan, pada 8 tempat RHU. Dan kedelapan lokasi RHU tersebut menaati SE yang mana mereka tutup pukul 11 malam,” kata Anang. 

Tak hanya itu, Anang juga mengatakan, pada pengawasan tersebut pihaknya juga berharap para pelaku usaha agar dapat terus menaati imbauan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Surabaya. 

“Seperti malam ini, para pelaku usaha RHU menaati SE yang telah diberikan Pemkot Surabaya. Besar harapan kami, untuk para pelaku usaha agar dapat mengikuti aturan-aturan yang ada,” kata Anang. 

Sebelumnya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bangkesbangpol) Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu mengatakan bahwa Pemkot Surabaya mendapatkan masukan dari jajaran Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya dalam rangka persiapan Pemilu 2024. Yakni, untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Pahlawan, dengan demikian kegiatan usaha terutama RHU diimbau untuk menghentikan kegiatan usahanya pada pukul 23.00 WIB.
 
“Imbauan tersebut adalah untuk persiapan pelaksanaan Pemilu 2024 yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 dengan pertimbangan sisi keamanan dan ketentraman masyarakat. Jadi hanya untuk malam ini saja (13 Februari 2024) karena pada 14 Februari 2024 diharapkan semua masyarakat Surabaya ikut berperan aktif dalam pesta demokrasi 2024,” kata Yayuk. 
 
Terkait sanksi yang diberikan jika kedapatan ada pelaku usaha RHU yang melanggar, Yayuk menjelaskan bahwa SE tersebut bersifat imbauan. Karenanya, akan diberikan sanksi administratif berupa teguran peringatan. Oleh sebab itu, seluruh kegiatan yang berpotensi menimbulkan konflik menjelang Pemilu 2024  diimbau untuk ditutup pada pukul 23.00 WIB.
 
“Kami berharap para pelaku usaha RHU bisa memahami dan menghentikan kegiatan usahanya sesuai dengan SE yang sudah disampaikan. Sebab, saat persiapan Pemilu, kami berharap tidak terjadi kondisi yang gawat di Surabaya,” jelasnya.
 
Di samping itu, guna memastikan pelaksanaan Pemilu 2024 berjalan dengan lancar, Yayuk menerangkan bahwa Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama jajaran Forkopimda Kota Surabaya akan melakukan pengecekan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di sejumlah wilayah di Kota Pahlawan pada 13 Februari 2024.
 
“Tujuannya adalah Forkompinda Kota Surabaya ingin memastikan bahwa pada 14 Februari 2024 saat pemungutan suara di Kota Surabaya siap dilaksanakan dalam kondisi aman dan kondusif,” pungkasnya.


Share This :