SATPOL PP TERTIBKAN RATUSAN APK YANG TAK SESUAI SK KPU
By : noname Date : Dec 08, 2023 Categorie :

SATPOL PP TERTIBKAN RATUSAN APK YANG TAK SESUAI SK KPU

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya, mulai menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) di beberapa titik di kota Surabaya. Titik lokasi tersebut termasuk kedalam 7 jalur utama kota Surabaya. Penertiban mulai dilakukan pada Kamis (7/12) siang hari hingga malam hari.

Ratusan APK telah diambil oleh Satpol PP dan Panwascam untuk disimpan di wilayah masing-masing. "Sebelumnya ada penertiban di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Darmo, Urip Sumoharjo. Semalam dilakukan lagi di Darmo, Urip Sumoharjo dan Basuki Rahmad. Termasuk yang di daerah Tunjungan yang mana masuk 7 jalur yang tidak ada di penetapan KPU," kata Kepala Satpol PP Surabaya M Fikser.

Fikser menyebutkan, dari hasil penertiban kemarin, petugas berhasil mengamankan APK dalam jumlah banyak. Bahkan ratusan yang sudah dicopot, mulai dari baliho, bendera hingga alat peraga.

"Jumlahnya banyak, ratusan, bahkan lebih dari 200. Karena tidak hanya sekedar ambil baliho saja tapi alat peraga bambu atau kayu. Baliho kita lipat, bendera partai juga diambil, dilipat, simpan. Kalau ada dari artai atau pemiliknya yang datang kita serahkan kembali," jelas Fikser.

Hari ini, Satpol PP kembali melakukan penertiban APK seperti di Jalan Tunjungan dan 7 jalur utama lainnya hang harus bersih. 7 jalur utama itu seperti di Jalan Ahmad Yani, Darmo, Urip Sumoharjo, Basuki Rahmat, Panglima Sudirman, Tunjungan, Embong Malang.

"Kita akan tambah lagi di Diponegoro, Indrapura yang besar-besar kita sisir. Kita patokannya selama yang tidak ada di dalam KPU itu kita yang ambil. Kita infokan ke Panwascam untuk tetap mendampingi kita. Kalau ada di titik-titik yang telah ditetapkan KPU biasanya rekomendasi dari Panwascam atau Bawaslu kepada kami terkait dengan isi materi yang kita tidak tahu," ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan Yudistira, selaku Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah terkait penertiban APK tersebut. Yudistira mengatakan, dalam penertiban APK, Satpol PP akan terus berkoordinasi dengan Panwascam. Tak hanya itu, koordinasi juga dilakukan kepada pemilik APK atau timses dari masing-masing pasangan capres atau parpol pengusung.

“Sesuai dengan SK No 616 Tahun 2023, sebenarnya sudah disosialisasikan ke 18 partai politik tentang lokasi pemasangan. Mungkin karena jalur tengah adalah jalur banyak orang lewat, dan banyak yang melihat. Tetapi lokasi itu tidak diperkenankan untuk tempat APK,” jelas Yudistira.

Yudistira menambahkan, penertiban APK yang dilakukan pihaknya merupakan bentuk upaya penegakan Perda tentang Ketertiban Umum.  “Memang tidak diperkenankan memaku di pohon, mengikat di pohon, tiang listrik dan sebagainya tidak diperkenankan. Karena ini masa kampanye, tetap kita berkoordinasi dengan Panwascam atau Bawaslu,” kata Yudistira.

Yudistira juga menjelaskan, penertiban APK tersebut juga dilakukan melihat kondisi Surabaya yang mulai memasuki musim hujan. Sehingga perlu adanya penertiban APK yang tak sesuai, untuk ditertibkan agar tidak membahayakan pengguna jalan bahkan masyarakat.

“Kemarin rapat dengan Bawaslu, ini musim hujan, pemasangan baliho marak. Ada baliho yang doyong bahkan roboh. Tindakan yang kami ambil yaitu mengamankan APK. Karena waktu hujan, angin banyak baliho. Kalau orang lewat kena baliho gimana, maka dari itu sementara kita amankan,” jelas Yudistira.


Share This :