SATPOL PP SURABAYA AMANKAN ASET EKS RUMAH JAGA POMPA AIR MULYOREJO YANG DISALAHGUNAKAN WARGA
By : noname Date : Feb 20, 2024 Categorie :

SATPOL PP SURABAYA AMANKAN ASET EKS RUMAH JAGA POMPA AIR MULYOREJO YANG DISALAHGUNAKAN WARGA

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya melakukan pengamanan terhadap aset Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, yakni eks Rumah Jaga Pompa Air Mulyorejo, Selasa (20/2). Pengosongan aset itu dilakukan untuk menindaklanjuti adanya aduan warga. Sebab, eks Rumah Jaga Pompa Air Mulyorejo digunakan tidak sesuai sebagaimana mestinya.

Pengosongan aset tersebut merupakan tindak lanjut permohonan bantuan penertiban (bantip) yang dilayangkan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya kepada Satpol PP Surabaya. Pengosongan tersebut tertera dalam Surat Tugas Nomor 800/2731/436.7.18/2024 yang dikeluarkan oleh Kasat Pol PP, M. Fikser pada Sabtu (17/2) lalu.

Ketua Tim Kerja Penindakan Satpol PP Surabaya, Agnis Juistityas menjelaskan, sebelum melakukan pengosongan, pihaknya telah memberikan surat peringatan kepada penghuni bangunan tersebut. Surat tersebut sebagai bentuk sosialisasi sekaligus imbauan agar warga yang tinggal dalam bangunan itu segera melakukan pengosongan dan meninggalkan bangunan.

“Dari pihak Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya sudah memberikan 3 kali surat peringatan, dan Satpol PP juga sudah mengirim 3 kali surat peringatan kepada penghuni bangunan tersebut,” kata Agnis.

Ia menjelaskan, sebelumnya bangunan itu disalah gunakan oleh warga dan disewakan untuk kepentingan komersial, yakni digunakan untuk kantor CCTV. Dari hasil pantauan di lapangan, pada Senin (19/2) kemarin, bangunan itu masih dipergunakan, namun saat akan dilakukan pengosongan, bangunan tersebut sudah dalam keadaan kosong. Rencananya bangunan Eks. Rumah Jaga Pompa Air Mulyorejo itu akan dimanfaatkan pemkot untuk keperluan lain.

“Kemarin siang saat kami lakukan peninjauan masih belum pindah, tetapi kami dapat informasi dari warga bahwa penghuni mengosongkan bangunan sedari subuh. Sehingga saat kami lakukan penindakan, bangunan sudah dalam keadaan kosong tanpa barang,” jelasnya.

Untuk diketahui, pengosongan dilakukan guna menegakkan Pasal 122 Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah yakni (1) Pengelola Barang, Pengguna Barang dan/atau kuasa Pengguna Barang wajib melakukan pengamanan barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya; (2) Pengamanan barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi: a. pengamanan fisik; b. pengamanan administrasi; dan c. pengamanan hukum.


Share This :