RESAHKAN WARGA, SATPOL PP JANGKAU 10 ANAK DIBAWAH UMUR KECANDUAN NGELEM
By : noname Date : Jan 05, 2024 Categorie :

RESAHKAN WARGA, SATPOL PP JANGKAU 10 ANAK DIBAWAH UMUR KECANDUAN NGELEM

Satpol PP Surabaya kembali menjangkau anak-anak kecanduan ngelem, Jumat (5/1). Sebanyak 10 anak di bawah umur diamankan petugas Satpol PP Surabaya, terdiri dari 8 laki-laki dan 2 perempuan itu dilaporkan oleh warga sekitar karena meresahkan akibat kecanduan lem.

"Kita amankan 10 anak di Krembangan, mereka itu tinggal di bawah semacam penampungan. Anak-anak itu meresahkan warga, lalu kita bawa, periksa, ada yang kecanduan lem," kata Kepala Satpol PP Surabaya M Fikser.

Setelah didata, ternyata hanya 2 anak yang berasal dari Surabaya. 8 Lainnya merupakan warga luar kota dan alasannya karena ikut-ikutan teman ke Surabaya untuk ngelem.

Setelah diamankan dan didata, 10 remaja ini diajak berwisata ke Liponsos Keputih merawat ODGJ. Kemudian mereka dikirim ke Dinsos Jatim untuk dipulangkan ke daerah masing-masing.

"Dari 10 anak, anak Surabaya 2 sisanya luar kota. Di bawah 17 tahun mereka. Mereka dibawa dulu ke Liponsos lalu dikirim ke Provinsi untuk dikirim ke daerahnya. Kan mereka bukan warga Surabaya," ucap Fikser.

Mirisnya, dari 10 remaja yang ngelem itu, salah satunya ada yang sedang hamil. Dia datang dengan pasangannya ke Surabaya dan keduanya masih di bawah umur.

"Salah satu anak ini ada yang hamil di luar nikah dengan pasangannya, umur sekitar 17 tahun. Luar Surabaya, pasangannya juga luar Surabaya. Ada anak dari Jepara sama dari Nganjuk, belum menikah," jelas Fikser.

Selain itu, ada salah satu perempuan berusia 15 tahun warga Surabaya ikut ngelem. Saat dipanggilkan orang tua, ternyata juga tak kuasa dengan perilaku anaknya.

"Ada salah satu perempuan usia 15 tahun, setelah komunikasi dengan orang tuanya, kayaknya orang tuanya susah menerima (perilaku anaknya). Kita bawa ke Liponsos," kata Fikser.

"Sebelumnya kita tawarkan sekolah tapi ga mau mereka. Kalau mereka mau, kita ada program anak asuh Satpol PP. Tapi mereka ndak mau dan putus sekolah lama sekali, sehingga kita bawa ke Liponsos," kata Fikser.


Share This :