PATOK TARIF MAHAL, 10 JUKIR LIAR KBS DIJARING PETUGAS
By : noname Date : Dec 25, 2023 Categorie :

PATOK TARIF MAHAL, 10 JUKIR LIAR KBS DIJARING PETUGAS

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menertibkan juru parkir (jukir) liar di Kebun Binatang Surabaya (KBS) selama libur nataru. Sebanyak 10 jukir berhasil diamankan petugas karena melakukan parkir liar serta mematok tarif parkir yang tinggi.

Kasatpol PP, M. Fikser mengatakan, penertiban akan terus dilakukan dan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) terkait parkir liar disekitaran KBS.

“Total ada 10 yang kami amankan dari kemarin hingga hari ini. Seterusnya kami akan bekerja sama dengan Dishub melakukan yustisi, kami tertibkan parkir liar, calo parkir di KBS merespon keluhan warga,” jelas Fikser.

Fikser mengatakan, penertiban ini dilakukan disebabkan para jukir mematok tarif yang cukup tinggi bagi para pengunjung. Tarif tersebut mulai dari Rp 20ribu hingga Rp 50ribu untuk kendaraan R4.

“Kami amankan mereka (jukir) sekitar jam 12 siang hingga jam 2 siang. Kita bawa ke mako Satpol PP kita buat tipiring,” kata Fikser.

Fikser menambahkan, para jukir yang terjaring akan dikirim ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih guna jalani sanksi sosial.

“Kami berikan sanksi sosial ke Liponsos. Jadi mereka akan bersihkan liponsos, beri makan ODGJ, cuci piring, potong kuku dan memandikan mereka (ODGJ),” imbuh Fikser.

Tak hanya disekitaran KBS, Fisker juga mengatakan akan melakukan pengawasan pada semua objek wisata milik Pemerintah Kota  

“Mengingat ini libur panjang, seperti di Romokalisari Adventure Land, juga kami awasi, THP Kenjeran, semua objek wisata milik Pemkot kami (Satpol PP) bersama opd terkait  melakukan pengawasan,” jelas Fikser.

Tak hanya itu, Fikser juga mengimbau kepada warga kota Surabaya untuk melapor ke petugas di lapangan, baik Dishub maupun Satpol PP jika mendapati tarif mahal dari jukir liar.

“Bisa lapor ke aplikasi Wargaku, kirim saja buktinya berupa foto, lokasinya. Satu kali 24 jam diselesaikan untuk kemudian ada tindakan,” kata Fisker.

Selain melalui aplikasi Wargaku, para pengunjung juga bisa melapor kepada petugas Satpol PP maupun Dishub yang berada di lokasi.

“Bisa langsung lapor anggota Satpol PP, Dishub di situ, nanti kami lakukan tindakan. Baik bersama opd terkait maupun beserta jajaran samping,” pungkas Fikser.


Share This :