LANGGAR ATURAN JUAL, SATPOL PP SITA PULUHAN BOTOL MINUMAN BERALKOHOL
By : noname Date : Jan 18, 2024 Categorie :

LANGGAR ATURAN JUAL, SATPOL PP SITA PULUHAN BOTOL MINUMAN BERALKOHOL

Satpol PP Surabaya kembali gelar pengawasan tempat Rekreasi Hiburan Umum (RHU) yang menyasar pada toko menjual minuman beralkohol. Kamis (17/1) malam, petugas Satpol PP mendatangi tiga toko yang menjual minuman beralkohol yakni di sekitar Surabaya Barat.

Dalam pengawasannya, petugas Satpol PP juga turut menggandeng Gartap III Surabaya, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Dispudporapar), Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), serta Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker).

Untuk diketahui, ketiga toko yang menjual minuman beralkohol ini menjual minuman beralkohol jenis golongan B dan C eceran, padahal itu melanggar ketentuan subdistributor.

Anang Timur, selaku Staf Bidang Penegakan Perda mengatakan pihaknya akan melakukan tindak pidana ringan (tipiring) guna memberikan sanksi kepada para toko yang menjual minuman beralkohol tersebut.

“Kita akan tipiringkan, sidang ringan. Sub distributor berapa pun gak boleh ecer. Kita bisa juga ambil golongan A, B dan C. Kenapa tidak disegel, karena ketiga ini memiliki izin tapi masih menjual ecer,” kata Anang.

Anang juga menjelaskan, pelanggaran yang dilakukan ketiga toko tersebut yakni melanggar Peraturan Daerah (Perda) No. 1 Tahun 2023 tentang Perdagangan dan Perindustrian.

“Ketiga tempat yang kami tindak ini merupakan subdistributor, dan mereka didapati menjual eceran. Karena subdistributor hanya dapat menjual ke agen seperti restoran atau ke hotel,” jelas Anang.

Dari hasil pengawasan tersebut, petugas berhasil mengamankan 40 botol minuman beralkohol sebagai barang bukti serta KTP dari pegawai toko tersebut sebagai barang jaminan petugas.

Anang juga menambahkan, pihaknya memberikan tipiring kepada ketiga toko tersebut karena memiliki izin tetapi melanggar ketentuan jualnya.

“Perbedaan disegel dan tidaknya karena memang untuk toko minuman yang sebelumnya yang kami lakukan Kamis pagi itu memang dari izin tidak lengkap, untuk yang malam ini sudah memiliki izin tetapi melanggar ketentuannya,” jelas Anang. 

Dirinya juga berharap, para pelaku usaha agar lebih menyesuaikan sesuai izin  yang berlaku.

“Harapannya agar para pelaku usaha ini lebih menyesuaikan dengan izin yang sudah diterbitkan, karena izin sebagai subdistributor maka hanya bisa mengedarkan ke agen dan tidak bisa menjual eceran secara langsung,” kata Anang.


Share This :