ARTIKEL TERBARU

4 Bangunan Frontage Road sisi barat Ahmad Yani berhasil dirobohkan

Frontage road sisi barat bundaran Jl. Ahmad Yani Surabaya berhasil dirobohkan. Dipastikan pengerjaan frontage road sisi barat tidak menemui kendala. Pemerintah Kota Surabaya telah merobohkan empat bangunan yang berada di samping kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur yang selama ini mengganggu dalam proses pengerjaan, Selasa (1/8/2017).


Petugas gabungan dari Satpol PP, TNI, Kepolisian, BPB-Linmas, DPUBMP Kota Surabaya ikut terlibat dalam giat ini. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya Erna Purnawati mengatakan bahwa empat bangunan tersebut sudah dikonsinyasi sejak akhir tahun 2016. Tetapi, pihak Pengadilan Negeri (PN) Surabaya berhasil memutuskan hasil dari proses eksekusi pada hari ini, Selasa (1/8/2017).


Proses eksekusi ini bisa dibilang terlambat karena banyak tahapan yang harus dilalui oleh PN Surabaya dalam proses konsinyasi. Berdasarkan hasil keputusan PN Surabaya yang dibacakan oleh juru sita PN dalam proses pembebasan empat bangunan beserta lahan ini, Pemkot Surabaya menggelontorkan dana sebesar Rp 4,3 miliar.


Selama proses pembongkaran bangunan tidak ada perlawanan dari pemilik bangunan. Bahkan, Ahmad Hadi yang merupakan salah seorang pemilik bangunan mengaku pasrah. “Apabila nanti melawan malah susah. Kita nurut saja apa yang diinginkan oleh pemerintah,” katanya.


“Pihak Pemkot Surabaya akan langsung tancap gas seusai pembongkaran bangunan. Target, akhir tahun ini pengerjaan frontage road Jl. Ahmad Yani Surabaya ini harus tuntas hingga depan Royal Plaza yang sudah ditertibkan lebih dahulu ( 16/5/2017),” tutur Erna.


Erna optimis bahwa frontage road sisi barat Jl. Ahmad Yani Surabaya bisa diselesaikan hingga terhubung sampai depan Royal Plaza. Namun, masih ada beberapa kendala yang ditemui. Salah satunya yakni belum ditertibkannya pos perlintasan kereta di Jl. Wonokromo Surabaya.


Saat ini pos perlintasan tersebut sudah dilelang namun hingga sekarang belum diketahui siapa pemenang lelang. Sebab, lelang tersebut bisa dibilang sepi peminatnya. “Kita masih menunggu proses penertiban pos perlintasan. Setelah itu baru kita bisa melakukan prosedur pembangunan jalan,” ungkapnya. (sen/humpolpp)



HUBUNGI KAMI

Silahkan kirimkan kritik dan saran Anda mengenai Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya melalui form di bawah ini